Kegiatan Jum’at Bersih

Kegiatan Jum’at Bersih di Masa Pandemi

Jumat bersih banyak memberikan faedah baik untuk lingkungan sekolah maupun diri siswa dan seluruh warga sekolah. Dalam suatu  lingkungan sekolah selain ruang belajar, bangunan dan sarana prasarana lainnya sebagai faktor keberhasilan dalam kegiatan belajar mengajar, kebersihan lingkungan sekolah tidak dapat dipandang sebelah mata, karena kebersihan juga sebagai faktor penentu proses transfer keilmuan dalam kegiatan belajar mengajar. Kita sebagai anggota atau warga sekolah berkewajiban selalu untuk melindungi serta menjaga sekolah supaya tetap terjaga kerapian, keindahan dan kebersihannya. Oleh karena itu SMP Negeri 2 Pacitan memulai kembali kegiatan jumat bersih dengan kerja bakti di lingkungan sekolah walaupun masih pandemi yang diikuti oleh seluruh Bapak Ibu Guru dan karyawan SMP N 2 Pacitan. Kebersihan sekolah adalah tanggung jawab semua anggota sekolah baik kepala sekolah, para staf, guru-guru juga siswa-siswi. Bila lingkungan sekolah bersih suasana jadi segar, bakal bikin nyaman, aman dalam belajar dan bakal terbebas dari ancaman penyakit yang disebabkan oleh lingkungan yang kurang terjaga kebersihannya.

JAMU PENAMBAH IMUNITAS TUBUH

Masa pandemi Covid-19 banyak orang yang mencari alternatif untuk melindungi tubuh dari ganasnya virus Covid-19. Salah satu cara yang kerap dicari berasal dari tanaman herbal. Tanaman herbal berperan sebagai peningkat sistem imunitas tubuh guna melawan infeksi virus Covid-19.

Antusias Peserta Didik dalam berinovasi di Era Pandemi

SAYUR KELOR SEBAGAI IMUNITAS TUBUH

Daun kelor merupakan tumbuhan yang memiliki nama latin Moringa Alarefera yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Daun kelor mengandung senyawa yang bersifat anti jamur, antivirus, anti depresi serta anti inflasi. Daun kelor juga merupakan sumber protein, vitamin dan mineral yang cukup tinggi. Daun kelor mengandung vitamin A, vitamin B1 (tiamin), vitamin B2 (riboplavin), vitamin B3 (niacin), vitamin B6 serta vitamin C. Jadi daun kelor dapat menambah imun tubuh.

Peserta Didik dalam Menyiapkan Sayur Kelor

Hasil Sayur Kelor Karya Siswa di Era Pandemi Covid -19

Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengimbasan Program Penguatan Pendidikan Karakter terintegrasi Satuan Pendidikan Aman Bencana

Dalam rangka peningkatan mutu Pendidikan dan pemerataan Pendidikan yang berkualitas bagi kepala sekolah dan pengawas sekolah . Direktorat Pembinaan Tenaga Kependidikan menyelenggarakan Bimbingan Teknis Pengimbasan Penguatan Pendidikan Karakter Terintegrasi Satuan Pendidikan Aman Bencana bagi Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah di Pacitan .

Kegiatan Bimtek ini dilaksanakan selama 4 hari dari tanggal 29 Oktober 2019 sampai dengan 1 November 2019. Acara dibuka oleh Ibu Direktur Pembinaan Tenaga Kependidikan . beliau menekankan bahwa kepala sekolah dan pengawas sekolah harus berkarakter menjadi seorang teladan dan belajar literasi digital serta mengimplementasikan PPK di satuan pendidikannya masing-masing, sejalan dengan semangat untuk melindungi hak peserta didik atas perlindungan keamanan selama berada di lingkungan sekolah.

Kepala Sekolah berdasarkan arahan Bu Direktur, sekarang harus mempunyai sertifikat Kepala Sekolah melalui Program Penguatan Kepala Sekolah maupun program prioritas lainnya di Ditjen GTK yaitu PKP (Peningkatan Kompetensi Pembelajar) untuk guru dalam hal pedagogy 70%, profesionalitas 30%, sedangkan untuk Kepala Sekolah adalah Simphony (Sistem Pelatihan Kompetensi Kepala Sekolah melalui E-Learning), Kemitraan untuk Guru dan Kepala Sekolah dari sekolah-sekolah di kota atau pulau Jawa belajar sampai dengan Indosia timur pulau Papua dengan proses Guru/KS Inti, Guru/KS Mitra dan Guru/KS Imbas.

Bimtek dilaksanakan berorientasi pada kompetensi yang harus dimiliki oleh setiap peserta sehingga setelah mereka mengikuti program bimtek mereka mampu melakukan sesuatu (the ability to do something). Dengan demikian proses bimtek dilaksanakan melalui pembelajaran Andragogi dengan menggunakan Model Pembelajaran experiential learning, Pembelajaran Kontekstual (Contextual Teaching Learning) dan Pembelajaran Partisipatif (Participative Teaching and Learning). Pembelajaran juga sekarang harus berbasis digital melalui Rumah Belajar maupun program prioritas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan adalah Sistem Zonasi Sekolah, Neraca Pendidikan Daerah (NPD), Gerakan Literasi Nasional.

 “Indonesia masuk dalam zona ring of fire yang mengakibatkan hampir seluruh wilayah Indonesia rawan terhadap bencana. Maka, implementasi PPK di sekolah sudah sebaiknya dibarengi dengan penerapan SPAB untuk meningkatkan kesadaran, kewaspadaan, dan kesiapsiagaan sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam menghadapi resiko bencana. Hal ini juga dapat meningkatkan partisipasi dan membangun budaya gotong royong, kerelawanan, serta kedermawanan seluruh pihak menuju Indonesia yang tangguh bencana, sesuai dengan arahan Pak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk bergotong royong membangun karakter Pendidikan dari anak di TK sampai anak kuliah di Perguruan Tinggi.