Penilaian Kinerja Kepala SMP Negeri 2 Pacitan

Penilaian kinerja kepala sekolah yang dilaksanakan oleh pengawas sekolah di SMP N 2 Pacitan pada hari Selasa, 8 Desember 2020 di SMP negeri 2 Pacitan bertujuan untuk :


1. Memperoleh data tentang pelaksanaan tugas pokok,
2. fungsi dan tanggung jawab kepala sekolah dalam melaksanakan fungsi-fungsi manajerial dan supervisi/pengawasan pada sekolah yang dipimpinnya.
3. Memperoleh data hasil pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya sebagai peminpin sekolah.
4. Menentukan kualitas kerja kepala sekolah sebagai dasar dalam promosi dan penghargaan yang diberikan kepadanya.
5. Menentukan program peningkatan kemampuan profesional kepala sekolah dalam konteks peningkatan mutu pendidikan pada sekolah yang dipimpinnya.
6. Menentukan program umpan balik bagi peningkatan dan pengembangan diri dan karyanya dalam konteks pengembangan karir dan profesinya.

Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengimbasan Program Penguatan Pendidikan Karakter terintegrasi Satuan Pendidikan Aman Bencana

Dalam rangka peningkatan mutu Pendidikan dan pemerataan Pendidikan yang berkualitas bagi kepala sekolah dan pengawas sekolah . Direktorat Pembinaan Tenaga Kependidikan menyelenggarakan Bimbingan Teknis Pengimbasan Penguatan Pendidikan Karakter Terintegrasi Satuan Pendidikan Aman Bencana bagi Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah di Pacitan .

Kegiatan Bimtek ini dilaksanakan selama 4 hari dari tanggal 29 Oktober 2019 sampai dengan 1 November 2019. Acara dibuka oleh Ibu Direktur Pembinaan Tenaga Kependidikan . beliau menekankan bahwa kepala sekolah dan pengawas sekolah harus berkarakter menjadi seorang teladan dan belajar literasi digital serta mengimplementasikan PPK di satuan pendidikannya masing-masing, sejalan dengan semangat untuk melindungi hak peserta didik atas perlindungan keamanan selama berada di lingkungan sekolah.

Kepala Sekolah berdasarkan arahan Bu Direktur, sekarang harus mempunyai sertifikat Kepala Sekolah melalui Program Penguatan Kepala Sekolah maupun program prioritas lainnya di Ditjen GTK yaitu PKP (Peningkatan Kompetensi Pembelajar) untuk guru dalam hal pedagogy 70%, profesionalitas 30%, sedangkan untuk Kepala Sekolah adalah Simphony (Sistem Pelatihan Kompetensi Kepala Sekolah melalui E-Learning), Kemitraan untuk Guru dan Kepala Sekolah dari sekolah-sekolah di kota atau pulau Jawa belajar sampai dengan Indosia timur pulau Papua dengan proses Guru/KS Inti, Guru/KS Mitra dan Guru/KS Imbas.

Bimtek dilaksanakan berorientasi pada kompetensi yang harus dimiliki oleh setiap peserta sehingga setelah mereka mengikuti program bimtek mereka mampu melakukan sesuatu (the ability to do something). Dengan demikian proses bimtek dilaksanakan melalui pembelajaran Andragogi dengan menggunakan Model Pembelajaran experiential learning, Pembelajaran Kontekstual (Contextual Teaching Learning) dan Pembelajaran Partisipatif (Participative Teaching and Learning). Pembelajaran juga sekarang harus berbasis digital melalui Rumah Belajar maupun program prioritas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan adalah Sistem Zonasi Sekolah, Neraca Pendidikan Daerah (NPD), Gerakan Literasi Nasional.

 “Indonesia masuk dalam zona ring of fire yang mengakibatkan hampir seluruh wilayah Indonesia rawan terhadap bencana. Maka, implementasi PPK di sekolah sudah sebaiknya dibarengi dengan penerapan SPAB untuk meningkatkan kesadaran, kewaspadaan, dan kesiapsiagaan sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam menghadapi resiko bencana. Hal ini juga dapat meningkatkan partisipasi dan membangun budaya gotong royong, kerelawanan, serta kedermawanan seluruh pihak menuju Indonesia yang tangguh bencana, sesuai dengan arahan Pak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk bergotong royong membangun karakter Pendidikan dari anak di TK sampai anak kuliah di Perguruan Tinggi.